Pengguna Bolt Akan Dialihkan Ke Operator Lain

Pengguna Bolt Akan Dialihkan Ke Operator Lain

Ijin Bolt akan segera dicabut , dari untuk para pelanggan Bolt akan dialihkan ke operator lain.

Jakarta, Detiktop – Kementrian Kominfo mengatakan bahwa pengguna layanan Bolt tidak akan dirugikan meski izin dari pengguna frekuensi radio 2,3 Ghz milik PT First Media Tbk (KBLV) dan juga PT Internux (Bolt) dicabut.

Pasalnya, menurut Plt Kepala Biro Humas Kementrian Komunikasi dan Informatika yakni Fernandus Setu,bahwa untuk para pelanggan Bolt yang masih aktif akan dialihkan ke operator baru yang bersedia menampung pelanggan Bolt.

Menurut pria yang akrab dengan sebutan Nando itu, hal tersebut sesuai dengan aturan yang berlaku manakala terjadi penutupan layanan. Bagi para pengguna Bolt akan dialihkan ke operator yang telah di tentukan melalui proses persetujuan antara Bolt dengan operator yang bersangkutan.

“Jika berdasarkan regulasi, mereka akan dialihkan ke operator baru yang mau menampung para pengguna Bolt saat ini. Harus melalui persetujuan antara operator yang dicabut izinya dengan operator baru dan akan diawai oleh Kominfo,” ucap Nando.

Namun demikian, hingga saat ini masih belum dapat dipastikan operator (ISP) mana yang akan menampung para pelanggan Bolt saat ini. Pasalnya, menurut Nando sendiri, SK pencabutan izin frekuensi Bolt baru akan dikeluarkan hari ini.

” Masih belum ada operator penggantinya , karena baru akan dicabut hari ini,” imbuhnya.

Ia juga tidak menjelaskan secara rinci berapa lama proses yang dibutuhkan untuk perlaihan pelanggan tersebut. Kominfo juga sebelumnya memastikan akan melindungi pelanggan dengan menggandeng BPKN dan juga YLKI.

Izin penggunaan frekuensi milik PT First Media Tbk (KBLV) dan juga PT Internux (Bolt) ini dicabut dikarenakan kedua perusahaan tersebut telah menunggak biaya hak pengguna (BHP) frekuensi radio 2,3 Ghz senilai miliaran rupiah kepada pemerintah.

PT Internux memiliki tunggakan BHP frekuensi pita 2,3 Ghz sebesar 343,57 miliar rupiah dan First Media sebesar 364,84 miliar selama tahun 2016 hingga 2017.

Facebook Comments