Kurang Tidur Berdampak Buruk Pada Tulang

Kurang Tidur Berdampak Buruk Pada Tulang

Kurang tidur dapat berdapak buruk pada kesehatan anda , terutama berdampak pada tulang yang rentan menjadi patah tulang ketika terjatuh.

Detiktop, Kesehatan – Penelitian telah membuktikan bahwa pola tidur yang buruk diketahui dapat mempengaruhi kesehatan seperti kenaikan berat bada, gangguan mental dan peningkatan penyakit kronis.

Namun satu resika yang mungkin mendapat perhatian yakni meningkatnya kerentanan terhadap jatuh dan patah tulang.

Dalam sebuah studi baru dari University of Pittesburgh, mengungkapkan bahwa tidur lebih lama ataupun kurang tidur dikatikan dengan 25% kemungkinan peningkatan mengalami jatuh berulang. Jatuh berulang digambarkan dua atau lebih jatuh yang terjadi dalam periode enam bulan.

Pakar kesehatan percaya bahwa ini harus dievaluasi karena bisa menunjukkan masalah yang mendasar terutama dalam kasusu orang lanjut usia.

Sesuai dengan pedoman, para ahli menyarankan orang dewasa diharuskan untuk tidur 7 hingga 8 jam per malam.

Tim peneliti memustuskan untuk membandingkan perempuan yang mengikuti anjuran waktu tidur, untuk mereka yang kurang tidur atau melampaui kisaran waktu yang telah direkomendasikan.

Untuk melakukan ini, mereka memeriksa lebih dari 157.000 wanita yang telah mendaftar dalam Women’s Health Initiative.

Tingkat penurunan tahunan berulang adalah 7% di antara wanita yang tidur tujuh hingga 8 jam.

Namun, angka tersebut lebih dari 10% pada perempuan yang kurang tidur, sekitar 5 jam tidur per malam.

Serta pada wanita yang tidur terlalu banyak sekitar 10 jam per malam.

” Jatuh adalah masalah kesehatan masyarakat yang penting diantara orang dewasa yang lebih tua dan menyebabkan cedera ringan hingga parah. Kebanyakan patah tulang terjadi karena jatuh, dan baru-baru ini bukti menunjukkan bahwa kematian akibat jatuh di AS meningkat,” ujar penulis utama Dr.Jane Cauley yang merupakan seorang profesor terkemuka di departemen epidemiologi.

” Meskipun jatuh dapat disebabkan oleh sejumlah faktor, maka dari itu kami berfokus pada faktor resiko terbaru yaitu tidur. Hasil menunjukkan bahwa intervensi yang ditujukan untuk meningkatkan tidur dapat mengurangi resiko jatuh.”

Kurang tidur juga dikaitkan dengan fraktur ekstremitas atas, ekstremitas bawah dan tubuh pusat tetapi tidak menunjukkan hubungan dengan peningkatan resiko patah tulang dibagian pinggul.

Temuan ini baru-baru diterbitkan dalam Journal of Bone and Mineral Research.

Selain cukup tidur, meningkatkan aktifitas fisik juga bisa menjad cara efektif untuk mengurangi resiko tersebut.

Olahraga juga dapat membantu dalam dua cara yakni pertama, olahraga angkat berat dapat membantu dengan meningkatkan kepadatan tulang dan membangun otot untuk melindungan terhadap patah tulang.

Kedua, olahraga seperti yoga dan juga Tai Chi juga dapat membantu meningkatkan keseimbangan dan mengurangi kemungkinan jatuh yang berbahaya.

Sementara beberapa orang telah mempertimbangkan untuk mengonsumsi suplemen vitamin D dan juga kalsium, penelitian di sekitarnya telah memunculkan hasil yang beragam.

Pada awal tahun ini, panel ahli membuat rekomendasi, mencatat bahwa seseorang, terutama manula, dianjurkan untuk tidak mengonsumsi suplemen tanpa sepengetahuan dokter.

Facebook Comments